Senin, 16 Agustus 2010

Shalawat, Muhammad, Neraka??



FFI >> Lho? Allah boleh ngaku muhammad adalah rasulnya. Tapi kenapa dibawa2 ke setiap syahadat dan dipuja2 di setiap doa? Kenapa nggak bareng nabi2 / rasul2 yang lain kalo mesti banget disebutin? Nabi adam, Ibrahim, Isa, itu derajatnya lebih rendah dari Muhammad ya cuma Muhammad yang disebutin?




Lha? Kalo kristen kan udah kepercayaannya Yesus itu Tuhan, kita nggak pake bilang2 pada sumpah kita: kita percaya Yesus juruslamat, dan Rasul Paulus / Petrus / Matius / Yohanes / dll adalah utusanNya.



Islamthis >> Anda tahu darimana bahwa Muhammad dipuja-puja di setiap doa? Anda ngobrol dengan Muslim yang mana? Pernahkah anda konsultasikan hal ini ke seorang ulama atau ustadz?



Di dalam sholat, semua recital dari awal (takbiratul ihram) sampai akhir (pengucapan salam), hanya berkisar pada pemuliaan Allah. Kalau bukan pada pemuliaan Allah, maka recitalnya berupa bacaan ayat-ayat Alquran. Kecuali, pada bagian doa attahiyat (posisi duduk attahiyat) ada satu bait doa yang berisi selawat untuk Nabi Muhammad Saw, itu pun juga disandingkan dengan salawat untuk Nabi Ibrahim as. Jadi, total jenderal, semua bacaan dan gerakan (apalagi niatnya) hanya ditujukan untuk pemuliaan Allah.



Dalam prosesi ibadah haji, semua ritualnya adalah pertama, untuk memuliakan Allah. Kalau tidak untuk memuliakan Allah, maka untuk penghormatan atas Ibrahim as dan keluarga. Ingat, semua ritual haji mengambil tempat di Mekkah, bukan di Medinah yang merupakan Kota Nabi. Jadi, apa yang dilakukan jemaah haji, adalah apa yang dilakukan oleh Muhammad saw juga. Artinya, kalau semua jemaah haji hanya memberikan pemuliaan kepada Allah, maka Muhammad juga melakukan hal yg sama. Memang, jemaah kalau naik haji atau umrah, pasti ke Medinah juga untuk shalat Arbain di Mesjid Nabawi, Kota Nabi. Tapi itu sebenernya tidak ada hubungannya dengan keabsahan ibadah haji. Singkat kata, dalam prosesi haji atau umrah, nama Muhammad tidak pernah disebut-sebut, kecuali tadi, di dalam salat yang pun porsinya sangat sedikit. itu pun juga harus disandingkan dengan nama Ibrahim sebagai leluhurnya para Nabi dan Rasul.



Pada malam takbiran, pasti anda pernah dengar takbirannya dari kaum muslim. Pada takbiran itu, pada semua bait / line nya, tidak ada disebutkan nama Muhammad atau yang lain. Yang disebutkan hanya Asma Allah.



Dalam prosesi penyembelihan qorban, para tukang jagal plus para pemilik hewan qorban plus semua hadirin, dilarang mengucapkan (artinya menyebut nama Nabi Muhammad pada) salawat Nabi PAS KETIKA hewan qorban itu disembelih. Yang boleh diucapkan hanyalah bait-bait takbir yg berisi pujaan dan pujian kepada Allah swt.



Nah sekarang di mana bukti dari perkataan anda bahwa Muhammad dipuja-puja dalam doa?



Katakanlah, anda sering mendengar Muslim bersalawat untuk Muhammad. Anda bertanya, bukankah salawat itu sendiri adalah puja-pujaan utk Muhammad dalam doa? Saya bilang, anda sesat.



Ketika muslim bersalawat, pasti penyebutan salawat itu diimbangi dengan penyebutan nama Ibrahim as. Begini:



Ya Allah, curahkan lah salam dan salawat atas diri MUHAMMAD dan keluarganya,



Seperti Engkau telah curahkan salam dan salawat atas diri IBRAHIM dan keluarganya.



Ya Allah, curahkanlah keberkatan atas diri MUHAMMAD dan keluarganya,



Seperti Engkau telah curahkan keberkatan atas diri IBRAHIM dan keluarganya.



Di dalam alam raya ini, Engkaulah Yang Maha Terpuji dan Maha Megah.




Lebih lanjut, shalawat di atas itu adalah satu versi shalawat. Artinya, masih banyak lagi versi yang lain. Satu hal yang harus anda ingat, shalawat versi yang diajarkan oleh Muhammad Saw hanyalah yang saya nukilkan di atas tersebut. Dengan kata lain, hanya versi yang di atas itu yang KANON, yang benar-benar diajarkan oleh Muhammad Saw. Versi yang lain, yang tidak diajarkan Muhammad, condong untuk memuliakan Muhammad berlebih2an. Muhammad pernah bersabda,



Janganlah kamu berlebih-lebihan dalam hal aku, seperti orang Nasrani berlebih-lebihan terhadap Isa ibnu Maryam



Artinya apa?



Artinya, kalau pun memang ada pribadi Muslim yang berlebih-lebihan dalam hal “memuja” Muhammad, maka dia sesat; dia akan berseberangan dengan Muhammad di alam baka. Saya tulis dalam tanda kutip, karena sebenarnya Islam tidak diturunkan untuk memuja Muhammad.



Sekarang tentang perkataan anda,



FFI >> Kenapa nggak bareng nabi2 / rasul2 yang lain kalo mesti banget disebutin? Nabi Adam, Ibrahim as, Isa, itu derajatnya lebih rendah dari Muhammad ya cuma Muhammad yang disebutin?



Islamthis >> Saya tegaskan, TIDAK ADA LARANGAN UNTUK MENYANDINGKAN NAMA MUHAMMAD DG NAMA NABI NABI LAIN (SELAIN IBRAHIM AS) seperti Isa, Musa, Yusuf dll. Bahkan dapat saya tegaskan, KALAU BERSHALAWAT, MAKA SANDINGKANLAH NAMA MUHAMMAD DENGAN NAMA 23 NABI YANG LAINNYA… karena pasti pahalanya pasti tambah besar.



Tapi…., itu pasti melelahkan!!!



Muhammad Saw mengajarkan shalawat yang barusan saya nukilkan yang di dalamnya disebutkan nama Ibrahim as. Apa itu masih kurang? Ibrahim as adalah BAPAK SEMUA NABI, demikian kepercayaan Islam. Kalau Muhammad Saw mengajarkan begini,



“kalau kamu bershalawat untukku, maka sandingkanlah namaku itu dengan nama ke 24 Rasul yang lain…”



Wah pasti ngerepotin umat manusia doong..??



Terus anda berkata,



FFI >> Nabi adam, Ibrahim as, isa, itu derajatnya lebih rendah dari Muhammad ya cuma Muhammad yang disebutin??



Islamthis >> Anda dpt bocoran dr mana?



[2:136] Katakanlah (hai orang-orang mu’min): “Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim as, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”.






[2:285] Rasul telah beriman kepada Al Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami ta’at.” (Mereka berdo’a): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.”



FFI >> Tapi kenapa dibawa2 ke setiap syahadat dan dipuja2 di setiap doa?



Islamthis >> Mengapa anda mempermasalahkan penyebutan nama Muhammad dalam syahadat?



Kalau syahadat hanya berbunyi: AKU BERSAKI BAHWA TIDAK ADA TUHAN SELAIN ALLAH thok, terus, nanti itu akan merujuk kepada sistem agama yang mana? Bisa Islam (ajaran Muhammad), bisa Kristen (ajaran Paulus dan Konsili Nikea), ajaran Yahudi, ajaran Bahai, ajaran Zoroaster, ajaran Majusi, Hindu , Buddha dll. Terus buat apa gunanya Muhammad Saw capek2 diutus ke Dunia, dan buat apa semua Muslim bersahadat?



Saya bilang ke anak buah saya, (a)tolong beliin nasi padang. Warung nasi padang kan buanyak….. Rasa nya tidak tahu seperti apa (?). Tapi saya harus bilang, (a)tolong beliin nasi padang (b)di salero basamo, misalnya. Sudah spesifik kan? Ga bakalan sesat kan? Ga bakalan gondok kan??



Nah dari paragraf di atas, jelas bahwa Islam mengajarkan, bahwa Islam mengajarkan bahwa SEBAIKNYA Muslim juga bershalawat untuk Nabi-nabi lainnya, selain Muhammad. TIDAK ADA LARANGAN bagi kaum Muslim untuk bershalawat kepada selain Muhammad saw ….



Potongan ayat Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya jelas-jelas mengindikasikan bahwa TIDAK ADA LARANGAN bagi Muslim mana pun untuk bershalawat kepada selain Muhammad…. bahkan ayat tersebut mengindikasikan, bahwa AKAN BERPAHALA BESAR jika Muslim bershalawat juga kepada Nabi-nabi yang lainnya …..



Hanya karena Muslim TIDAK PERNAH bershalawat kepada selain Muhammad, maka itu dapat diartikan bahwa hanya Muhammad lah yang MINTA DISHALAWATKAN oleh umatnya. TIDAK demikian …. jangan terkecoh ….



Coba lihat para peziarah Muslim ke tanah para nabi2 seperti Mesir, Turki atau Yordania ato Irak. Di Negeri Negeri itu terdapat banyak makam para Nabi Nabi terdahulu. Kesanalah para Muslim berziarah. Nah di makam para nabi2 tersebut, setiap Muslim berdoa dan bershalawat kepada nabi yang bersangkutan ….



Ini menandakan apa??



Ini menandakan bahwa, TIDAK BENAR bahwa Muhammad belum dijamin masuk Surga (sehingga harus didoakan umatnya dlm bentuk shalawat). Karena kalau memang benar bahwa Muhammad TIDAK dijamin masuk surga, maka implikasinya, semua Nabi Allah dari Adam hingga Muhammad (termasuk Isa as) TIDAK DIJAMIN masuk surga dooooong ….. karena, semua nabi juga BERHAK untuk mendapatkan shalawat dari umatnya masing2, dan juga dari kita-kita ini, umatnya Nabi Muhammad ….



Masalahnya Karosetan dan Yahudi, agama pendahulu Islam, TERLANJUR tidak dirancang sebagai agama yang sempurna oleh Allah, sehingga JEJAK AJARAN dari agama tersebut tidak terekam dengan baik dan diketahui oleh dunia jaman sekarang ini….



Apa maksudnya??



Maksudnya adalah, sebenarnya yahudi (ah Karosetan engga! Agama Karosetan hanyalah SEMPALAN doang. Itu diakui oleh para sejarawan) juga mengajarkan supaya umatnya bershalawat kepada Nabi-nabi mereka …. tapi akhirnya ajaran tersebut HILANG di tangan-tangan jahil …



Coba kita cermati lebih dalam lagi ….



Islam mengajarkan bahwa di dalam penyebutan nama semua Nabi, maka akhiri lah dengan ucapan ALAIHIS SALAAM … disingkat AS. Misalnya Nabi Yusuf AS, Nabi Yakub AS dan seterusnya ….



Kata ALAIHIS SALAAM adalah berarti SEMOGA KESELAMATAN (DARI ALLAH) atasnya ….. dengan kata lain, ungkapan itu berarti DOA KESELAMATAN…



Dari sini jelas, bukan Muhammad Saw saja YANG MINTA DIDOAKAN oleh kaum Muslim. Namun semua Nabi pun juga MINTA DIDOAKAN oleh kaum Muslim …. Lantas kalau kaum Muslim MENDOAKAN / BERSHALAWAT kepada Muhammad Saw, mengapa kaum kafirin menjadi gusar…????



Itu pun pada dasarnya, ungkapan ALAIHIS SALAAM untuk semua Nabi mau pun SALALLAHU ALAIHI WAS SALAAM untuk Nabi Muhammad Saw BUKAN BERARTI DOA KESELAMATAN, melainkan hanya BENTUK COMPASSION dari seorang umat kepada sang Nabi. Tidak lebih dari itu….. Tidak mungkin seorang Nabi PUNYA KEMUNGKINAN untuk masuk Neraka, untuk Nabi mana pun! Kalau ada seorang Nabi yang masuk Neraka, maka Allah nya lah Yang keliru, telah salah memilih orang untuk diangkat jadi Nabi. Maka apakah mungkin Allah keliru di dalam memilih seorang Nabi? Subhanallah Amma Yusifuun – Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan kepadaNya ……



Bershalawat adalah perbuatan yang dilakukan oleh seorang Muslim SUPAYA Muslim tersebut mendapatkan pahala dari Allah. Jadi, shalawat itu MANISNYA bukan untuk Muhammad Saw, namun MANISNYA untuk yang bershalawat tersebut ….. MANIS YANG DIDAPAT Muhammad berasal dari Allah ……………, bukan dari shalawat ….



Begitu juga dengan shalawat kepada Nabi Nabi lainnya…. MANIS dari shalawat kepada semua Nabi tersebut bukan lah untuk Nabi Nabi ybs, namun untuk yang bershalawat, karena setiap Nabi sudah DIJAMIN MANIS UNTUK MASUK SURGA ……

Tidak ada komentar:

Posting Komentar